Fajar Keemasan Untuk Si Merah

Satu trofi Liga Champions mungkin cukup untuk mengakhiri periode kelam Liverpool, namun perjuangan menyongsong fajar keemasan takkan berjalan mudah. “At the end of the storm, there’s a golden sky and a sweet silver song of a lark.” Satu baris dari lirik lagu kebangsaan Kopites, ‘You’ll Never Walk Alone’ itu mungkin jadi penyemangat The Reds dalam satu dekade terakhir. Betapa tidak, salah satu klub terbesar Eropa pada abad 20 melalui periode sulit yang tak terbayangkan. The Reds puasa gelar kelas satu untuk waktu yang lama (terakhir kali Liga Champions 2005) dan cuma mampu memenangkan Piala Liga di 2012. Di 2009 dan 2014, mereka mampu bersaing ketat di papan atas Liga Primer Inggris, tapi akhirnya harus puas dengan status runner-up . Bahkan pada periode kegelapan, laskar Anfield sempat terjebak di papan tengah dan absen dari kompetisi Eropa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *